...
Flexitarian Diet, Solusi Menyenangkan Untuk Diet

Flexitarian-1






















Demi mendapatkan berat badan ideal, tak sedikit orang yang secara mati-matian melakukan program diet ketat. Mulai dari diet karbo, diet vegan hingga intermittent fasting atau diet puasa, dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu, dan hanya boleh minum saja. Namun sayangnya, karena asupan makanan yang tidak seimbang dalam hal kandungan gizinya, bukan berat badan ideal yang dicapai, tapi justru penyakit yang menghampiri tubuh.

Menurut The Daily Meal, sebanyak 57 persen penduduk Amerika memilih untuk mengubah gaya diet mereka bukan hanya untuk mendapatkan berat badan ideal, tapi juga untuk menjadi lebih sehat. Karena dengan pola hidup sehat dan diet yang sehat, maka secara otomatis berat badan pun akan menurun, hingga mencapai berat badan ideal. Dan salah satu metode diet yang digunakan adalah flexitarian diet. Konon, diet yang satu ini tidak membuat para pelakunya merasa tersiksa, karena diet flexitarian masih memperbolehkan pelakunya untuk mengonsumsi daging. Jadi apa sebenarnya diet flexitarian? Dan makanan apa saja yang boleh dikonsumsi oleh para flexitarian? Berikut ulasan selengkapnya.

1. APA ITU FLEXITARIAN DIET?
 

Flexitarian-2


















Flexitarian
berasal dari kata fleksibel dan vegetarian, yang disingkat menjadi flexitarian. Pengertian dari flexitarian sendiri adalah orang yang menjalani diet utama vegetarian namun terkadang mengonsumsi bahan makanan hewani seperti daging ataupun ikan pada saat tertentu. Diet ini diciptakan oleh ahli diet Dawn Jackson Blatner, dan kerap disebut sebagai diet semi vegetarian. Dalam bukunya yang berjudul “The Flexitarian Diet”, Blatner menulis bahwa makanan berbasis tanaman menjadi menu utama diet ini, dan menjadi cara ampuh untuk mengurangi asupan kalori.

Diet yang sempat menempati peringkat keenam dalam diet sehat pada tahun 2013 lalu ini, memang sangat digemari karena sifatnya yang fleksibel, dimana para pelakunya masih dapat menikmati sajian daging, ikan ataupun makanan berlemak lainnya. Menurut Public Health Nutrition, pola makan flexitarian dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti serangan jantung, diabetes tipe 2, serta dapat meningkatkan harapan hidup seseorang.

2. MAKANAN YANG BOLEH DIKONSUMSI OLEH FLEXITARIAN

Flexitarian-4


















Diet flexitarian tidak melarang makanan tertentu untuk tidak dikonsumsi. Namun tujuan utama dari diet ini sendiri adalah meningkatkan asupan makanan berbasis tanaman, dan mengurangi konsumsi daging. Makanan yang boleh dikonsumsi oleh para flexitarian adalah makanan yang banyak mengandung protein nabati, bukan hewani, seperti tahu, kacang-kacangan dan juga telur, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Namun jangan khawatir, bagi pemula, biasanya mulai dengan mengurangi asupan daging sedikit demi sedikit. Misalnya dalam seminggu, pelaku diet pemula disarankan hanya mengonsumsi daging empat kali saja dalam seminggu dan jumlahnya hanya boleh 750 gram saja. Kemudian pelaku diet menengah, disarankan untuk mengonsumsi daging tiga sampai empat kali seminggu dengan jumlahnya hanya boleh 500 gram saja. Sementara untuk pelaku diet ahli, cukup makan daging dua kali dalam seminggu dan jumlahnya tak boleh lebih dari 250 gram.

Kunci dari diet flexitarian adalah pola makannya. Untuk pola makannya sendiri, seorang flexitarian harus mengonsumsi tiga makanan utama dan dua kudapan, dengan pola 3-4-5. Untuk sarapan, makanan yang dikonsumsi harus mengandung 300 kalori, sedangkan untuk makan siang sebanyak 400 kalori dan 500 kalori untuk makan malam. Sedangkan untuk kudapan, satu kudapan tidak boleh lebih dari 150 kalori. Jadi dalam sehari, total kalori yang dikonsumsi adalah sebesar 1500 kalori. Tapi ini pun masih tergantung dari gender, aktifitas, serta kebutuhan dari setiap orang.

Menu makanan yang biasa dikonsumsi oleh pelaku diet flexitarian adalah sereal yang ditambah dengan susu kedelai, kacang-kacangan, dan buah untuk sarapan. Sedangkan untuk makan siang, biasanya mengonsumsi sup kacang hitam, salad dan roti gandum. Untuk makan malam biasanya mengonsumsi burger vegetarian dan ubi jalar goreng. Sebagai camilan bisa mengonsumsi apel dengan selai kacang.

3. KELEBIHAN FLEXITARIAN DIET

Flexitarian-3


















Seperti yang diketahui, banyak sekali metode diet yang berkembang di masyarakat. Salah satunya yang paling sering diterapkan adalah dengan menjadi seorang vegetarian dan tidak mengonsumsi protein hewani sama sekali. Dengan tidak mengonsumsi protein hewani, disinyalir berdampak cukup besar dalam mengurangi berat badan. Tentu hal ini sangatlah berat bagi seseorang yang gemar mengonsumsi bahan makanan hewani seperti daging ataupun ikan. Belum lagi ditambah dengan fakta bahwa sebenarnya protein hewani juga memiliki manfaat dan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Dan hal ini menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh flexitarian diet, karena diet ini masih mengijinkan para pelakunya untuk mengonsumsi protein hewani pada waktu-waktu tertentu. Dengan mengurangi konsumsi daging, kebiasaan makan makanan yang mengandung gula, zat adiktif, serta makanan yang mengandung pengawet, secara pelan-pelan akan terkontrol.

Menurut Institut Kanker Nasional di Amerika, menunjukkan sebuah hasil studi yang menyatakan bahwa dari 500.000 orang yang makan 114 gram atau lebih daging merah per hari, 30 persennya memiliki risiko kematian lebih tinggi dalam 10 tahun kedepan, dibandingkan orang yang lebih sering mengonsumsi unggas ataupun ikan.

4. KEKURANGAN FLEXITARIAN DIET

Flexitarian-5


















Jika dijalankan dengan benar, flexitarian diet bisa menjadi salah satu cara menurunkan berat badan yang paling tidak menyiksa. Namun yang perlu menjadi catatan penting adalah diet flexitarian tidak dapat dilakukan bagi mereka yang memiliki riwayat kekurangan zat besi atau jenis anemia lainnya, alergi atau intoleransi makanan yang membatasi asupan makanan non daging, serta bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan makan. Sebaiknya sebelum menjalani flexitarian diet, ada baiknya Anda konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli.

Kunci sukses dalam menjalani diet flexitarian ini adalah aktivitas fisik yang mendukung. Setiap harinya, setidaknya diwajibkan untuk melakukan olahraga selama 30 menit. Dengan disiplin dalam menjalankan diet, dan tetap melakukan aktivitas fisik, maka kemungkinan berat badan turun akan sangat tinggi. Dan agar kebutuhan akan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh tetap terpenuhi selama menjalani flexitarian diet ini, konsumsi 1 kaplet Renovit Multivitamin dan Mineral setiap hari. Karena dalam setiap 1 kaplet Renovit Multivitamin dan Mineral telah terkandung 12 vitamin dan 13 mineral yang memiliki manfaat antara lain untuk menjaga daya tahan tubuh, serta membantu pembentukan energi. Sehingga Anda tetap bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, walaupun sedang menjalani program diet.

Share Artikel ini :