...
WOW! 32% pengidap AIDS ialah usia produktif! Ini alasannya

wow






















Fakta mengejutkan tentang HIV AIDS di Indonesia adalah mayoritas pengidapnya di usia produktif. Berdasarkan laporan yang diberikan Kementrian Kesehatan RI, dalam triwulan pertama (Januari-Maret) 2015, 32% dari jumlah pengidap AIDS di Indonesia adalah usia produktif (20-29 th). Ada beberapa alasan yang membuat persentase di usia produktif ini semakin tinggi yaitu, gaya hidup yang tidak benar seperti penyalahgunaan narkotika dan hubungan seks bebas.

Banyak yang salah menafsirkan mitos dan fakta mengenai HIV AIDS ini. Seperti pada pandangan bahwa mengidap virus HIV berarti mengidap AIDS. Ini tidaklah tepat, faktanya seseorang didiagnosis menderita AIDS jika memiliki HIV serta infeksi oportunistik tertentu atau jumlah sel CD4 di bawah 200. Bila HIV belum mencapai jumlah tersebut, virus dapat dilawan dengan obat yang tepat sehingga tidak berkembang menjadi AIDS.

Dari mitos-mitos tersebut akhirnya berkembanglah stigma-stigma negatif tentang HIV AIDS di masyarakat. Banyak yang menganggap, pengidap HIV AIDS adalah orang-orang yang punya riwayat gaya hidup yang tidak baik. Stigma-stigma ini yang sebenarnya harus mulai diubah saat ini. Mereka mulai harus dirangkul dan diberi semangat. Karena tidak semua stigma tersebut benar adanya.

Atas dasar stigma yang keliru tentang AIDS itu pula yang membuat para menteri kesehatan seluruh dunia mencanangkan 1 Desember sebagai hari AIDS sedunia. Tepat di tahun 1988, akhirnya disepakati hari AIDS yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia tentang AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV ini.

Dari mitos, stigma dan fakta tentang HIV AIDS tersebut perlu juga Anda ketahui tentang proses terjangkitnya. Faktanya siapapun bisa terancam terkena HIV baik itu pria, wanita, anak-anak. Ada berbagai cara yang bisa membuat seseorang terjangkit virus HIV AIDS. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, penggunaan obat-obatan terlarang dan sex bebas. Itu merupakan cara umum yang membuat virus HIV AIDS masuk ke dalam tubuh.

Gejala awal infeksi HIV bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasa seperti flu, batuk, demam dan sakit kepala. Infeksi HIV biasanya akan meningkatkan gejala setelah masa virus masuk ke dalam tubuh antara 2 hingga 6 minggu. Tubuh akan mengirimkan respon yang menandakan bahwa virus sudah masuk ke dalam tubuh. Gejala awal ini bisa muncul dalam beberapa waktu yang berbeda, bahkan ada penderita HIV yang tidak pernah merasakan gejala hingga lebih dari 8 tahun.

Meski belum ada obat yang sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Selain itu disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat dan asupan nutrisi yang cukup. Renovit merupakan salah satu komponen penting penunjang pola hidup sehat. Renovit mengandung kombinasi 12 vitamin dan 13 mineral yang sesuai dengan kebutuhan harian tubuh. 

Jadi tingkatkan selalu kewaspadaan terhadap virus HIV AIDS dan selalu terapkan pola hidup sehat sehari-hari.

Share Artikel ini :