...
Suka Mendengkur Saat Tidur? Waspada Adanya Risiko Penyakit!

Mendengkur79

Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Umumnya, mendengkur dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, seiring dengan pertambahan usia, intensitas dengkuran akan semakin meningkat hingga 50 %, terutama untuk yang berusia diatas 60 tahun.

Banyak orang menganggap bahwa mendengkur adalah salah satu tanda bahwa orang tersebut sangat kelelahan dan tengah tertidur pulas. Namun ternyata, mendengkur itu bisa jadi pertanda bahwa tubuh berisiko terkena penyakit lho, Bahkan mendengkur juga bisa menyebabkan kematian, jika tidak diwaspadai. Kok bisa ya? Simak ulasannya berikut ini..

1. SEMAKIN KERAS DENGKURAN SEMAKIN BESAR RISIKO STROKE

Saat Mendengkur, sebetulnya terjadi hambatan aliran udara yang melewati saluran pernafasan. Semakin sempit aliran udara, maka akan semakin keras suara dengkuran. Terganggunya aliran udara biasanya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah kurang tidur, posisi tidur terlentang, tersumbatnya saluran karena pilek atau alergi, obesitas anatomi mulut dan juga dikarenakan gangguan obstructive sleep apnea, yaitu suatu gangguan tidur yang membuat penderitanya tidak mendapat asupan oksigen yang cukup untuk otak dan tubuh, sehingga penderitanya dapat berhenti bernafas saat tidur.

Dalam sebuah penelitian pada the American Stroke Association’s International Stroke Conference 2012 lalu, diketahui bahwa penderita sleep apnea berat berisiko lebih tinggi terkena silent stroke atau lesi kecil di otak. Tak hanya itu, dalam sebuah studi juga menunjukkan bahwa intensitas dengkuran seseorang sangat berkaitan dengan risiko aterosklerosis karotis, yaitu penyempitan arteri di leher karena adanya endapan lemak atau plak. Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan stroke, apabila terjadi juga di pembuluh darah otak.

Penelitian Sleep Heart Health Study di tahun 2010 menunjukkan bahwa, semakin parah dengkuran seseorang, maka semakin tinggi orang tersebut berisiko mengalami stroke iskemik atau stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Apabila dengkuran mencapai lebih dari 19 kali perjam, maka risiko terserang stroke dapat meningkat hingga 3 kali lipat.

2. BISA JADI GEJALA ASAM LAMBUNG YANG NAIK

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American College of Gastroenterology diketahui bahwa hampir 74 % pasien GERD (gastroesophageal refluks) atau refluks asam lambung kronis menunjukkan satu gejala yang tidak biasa yaitu mendengkur ketika tidur. Walaupun kebanyakan kebiasaan mendengkur yang terjadi pada pasien GERD disebabkan oleh sleep apnea, namun GERD adalah salah satu pemicu sleep apnea, dan mendengkur di waktu tidur bisa jadi salah satu gejala GERD yang tidak disadari.

Seseorang yang mendengkur saat tidurnya, mungkin menderita GERD, karena adanya kesalahan pada buka tutup udara dalam kerongkongan. Permasalahan inilah yang kemudian dapat menyebabkan perubahan tekanan yang membuat isi perut naik kembali ke kerongkongan.

3. IBU HAMIL YANG MENDENGKUR, WASPADA KOMPLIKASI JANIN

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk, dapat berdampak negatif pada kehamilan, salah satunya adalah bayi lahir mati. Seperti yang diketahui, janin yang berkembang di rahim ibu membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen. Namun jika sang ibu mengalami gangguan saat tidur, maka nutrisi dan oksigen yang diterima oleh janin tidak tercukupi, akhirnya dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang mendengkur pada trimester terakhir kehamilan lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan atau gangguan pada janin. Ketika ibu hamil mengalami sleep apnea dan mendengkur, maka pasokan oksigen ke tubuh ibu berhenti sejenak saat tidur, sehingga berakibat janin menurunkan ritme jantung dan asidosis, yang dapat membahayakan janin.

Agar tidur Anda lebih nyenyak dan tidak mendengkur, ada baiknya Anda mencoba untuk mengganti bantal yang Anda gunakan dengan bantal yang lebih tinggi dibandingkan tubuh Anda, sehingga saluran hidung tidak tersumbat. Selain itu, menurunkan berat badan, bisa menjadi solusi yang baik, karena penurunan berat badan dapat mengurangi tekanan pada tenggorokan sehingga nafas menjadi lebih lancar. Hindari minuman beralkohol, perbanyak minum air putih, dan selalu jaga kualitas tidur Anda.

Jangan lupa untuk selalu menjaga daya tahan tubuh Anda dengan selalu mengonsumsi vitamin dan mineral yang cukup untuk tubuh dengan Renovit Multivitamin dan Mineral. Karena didalam 1 kaplet Renovit Multivitamin dan Mineral, telah terkandung 12 vitamin dan 13 mineral yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Dan jika dengkuran Anda semakin parah, lebih baik untuk konsultasikan kondisi Anda dengan ahlinya.

Share Artikel ini :