...
Salah Kaprah, Pola Makan Pemicu Diabetes

diabetes
















Penderita diabetes melitus di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini, Indonesia menempati posisi kelima dengan penderita diabetes sebanyak 9,1 juta penduduk.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan 80 persen peningkatan terjadi pada penderita diabetes tipe dua.

Penyebabnya ialah gaya hidup yang tak sehat, diantaranya masyarakat minim mengkonsumsi buah dan sayur serta kurangnya aktivitas fisik di usia produktif. Demikian informasi yang dilansir dari situs Kompas.

Untuk itu, agar terhindar dari risiko terkena diabetes Anda perlu mengetahui informasi tentang nutrisi yang tepat. Sayangnya, banyak sekali mitos tentang pantangan makanan penyebab diabetes yang berkembang di masyarakat.

Jadi, mari luruskan pemahaman kita mengenai beberapa mitos perihal pola makan yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Informasi dilansir dari situs healthline dan diabetes.org; 

  1. Tidak boleh makan makanan atau minuman manis.

Fakta : Jawabannya tidak sesederhana itu. Menurut American Diabetes Association (ADA), makan makanan manis dalam jumlah banyak bukanlah penyebab tunggal diabetes. Faktor lain yang memicu risiko diabetes tipe 2 ialah gaya hidup tak sehat, kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, berumur di atas 45 tahun, riwayat keluarga pengidap diabetes, dan lain-lain.

Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula. Meski demikian, makan makanan manis secara berlebihan membuat risiko Anda terkena diabetes jadi lebih tinggi. Jadi konsumsilah makanan/minuman manis dalam porsi kecil dan barengi dengan kegiatan olahraga.

  1. Menghindari waktu makan camilan.

Fakta : Mengemil boleh saja asal Anda tahu kapan harus makan dan jenis makanan apa yang harus dimakan. Poin ini penting untuk menjaga kestabilan gula darah. Silakan ngemil ketika Anda sedikit lapar, lemas atau saat banyak kegiatan.

Camilan yang baik adalah yang mengandung kombinasi karbohidrat, lemak baik dan protein untuk membuat Anda cepat kenyang. Pilihan yang baik antara lain beberapa potong buah, setengah porsi dada ayam panggang atau rebus tanpa kulit. 

  1. Pantang makan karbohidrat.

Fakta : Perlu dicatat bahwa karbohidrat bukanlah musuh bagi penderita diabetes. Namun, sebelum mengkonsumsi karbohidrat  perhatikan tipe dan jumlah karbohidrat yang akan Anda konsumsi.
Pilihlah tipe karbohidrat dengan muatan glikemik (GL) yang rendah merupakan pilihan karbohidrat yang lebih tepat bagi penderita diabetes.

Setelah memilih karbohidrat yang tepat, jumlah porsi karbohidrat juga jangan lupa diperhatikan. Jumlah karbohidrat yang dianjurkan ialah tidak lebih dari seperempat bagian piring setiap kali Anda makan.

Terkadang jika bosan dengan nasi, Anda beralih konsumsi kentang. Alih-alih kentang lebih baik pilih ubi karena ubi tidak menaikkan kadar gula sebanyak kentang.

Kuncinya adalah pola hidup sehat

Beberapa cara untuk menghindari diabetes adalah dengan menjaga berat badan tetap normal, melakukan olahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan sehat tepat nutrisi.

Sayangnya, pola hidup yang tidak mendukung seperti merokok, jarang berolahraga, tidak memiliki pola makan yang sehat, sering begadang, dan stres menjadi alasan tubuh menjadi kekurangan beberapa elemen vitamin dan mineral setiap harinya.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh Anda, konsumsi 1 kaplet Renovit setiap hari. Renovit adalah multivitamin dengan kandungan paling lengkap, dengan 12 vitamin dan 13 mineral yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda sehari – hari. 

Sedangkan bagi Anda berusia di atas 50 tahun, Anda dapat mengkonsumsi 1 kaplet Renovit Gold Multivitamin setiap hari. Tak hanya kandungan 12 vitamin dan 13 mineral PLUS zat aktif tambahan seperti Beta Caroten & Lutein, Extract Huperzine, dan L-Carnitine yang dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan di usia lanjut.

Keunggulan Renovit multivitamin dibanding multivitamin lainnya ialah bebas gula (sugar free) sehingga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes ataupun Anda yang membatasi konsumsi gula.

Share Artikel ini :