...
Rajin Minum Susu Bukan Jaminan Terbebas Dari Osteoporosis

MINUMSUSU-1

Selama bertahun-tahun, masyarakat telah diberikan pemahaman bahwa untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat, harus rajin mengonsumsi susu. Ya, selama ini susu selalu dihubungkan dengan kesehatan tulang, agar terhindar dari penyakit osteoporosis. Osteoporosis sendiri adalah penyakit tulang dimana massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang, dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Namun tahukah anda, bahwa rajin minum susu bukan menjadi jaminan anda terbebas dari osteoporosis? Hmmm.. sedikit membingungkan ya? Nah ada baiknya anda simak beberapa fakta menarik dibawah ini, untuk mengenal lebih jauh lagi tentang osteoporosis.

OSTEOPOROSIS TIDAK DISEBABKAN OLEH KURANGNYA KONSUMSI KALSIUM

Seiring bertambahnya usia, tingkat kepadatan tulang seseorang akan semakin berkurang. Menurut para ahli kesehatan, setelah melewati usia 45 tahun, tulang secara berkala akan kehilangan kepadatan dan kekuatannya. Tak hanya itu, otot dan sendi pun akan mengalami kemunduran dan melemah. Berdasarkan data dari worldosteoporosisday, penyakit osteoporosis sendiri merupakan masalah cukup umum di seluruh dunia. Tercatat, satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria yang masing-masing berusia 50 tahun terancam menderita fraktur osteoporosis, yaitu putusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh benturan atau dari osteoporosis itu sendiri. Dan selama ini, kebanyakan masyarakat mengetahui, agar terhindar dari osteoporosis, mereka diharuskan banyak mengonsumsi susu, yang notabene mengandung kalsium. Padahal, osteoporosis sendiri tidak disebabkan oleh kurangnya konsumsi kalsium, melainkan dari berkurangnya kalsium dari tulang, yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Dilansir dari betterbones.com, disebutkan bahwa kesehatan tulang tidak tergantung dari seberapa banyak kalsium yang dikonsumsi, tapi lebih kepada metabolisme dan pemanfaatan tulang itu sendiri. Walaupun konsumsi kalsium itu perlu untuk tulang, namun banyak mengonsumsi kalsium tidak akan membuat anda terhindar dari penyakit osteoporosis. Tapi berkurangnya kalsium dalam tulang, dapat menyebabkan anda terkena osteoporosis. Kalsium sendiri adalah mineral yang berlimpah dan memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia. Dua persen dari total berat tubuh manusia terbuat dari kalsium, dan lebih dari 99 % dari total kalsium tubuh disimpan ditulang dan gigi. Biasanya, tubuh mendapatkan asupan kalsium dari asupan makanan dan minuman yang kaya akan kalsium, salah satunya susu.

Ketika tulang kekurangan kalsium, tulang tidak serta merta akan langsung terkena osteoporosis. Namun ketika tulang kehilangan kalsium, vitamin D, vitamin K dan magnesium, maka tulang anda berisiko terkena osteoporosis. Kenapa demikian? Menurut seorang peneliti Dr. Michael Holick, tanpa vitamin D, tubuh anda hanya dapat menyerap 10 – 15 % kalsium. Jadi walaupun anda banyak mengonsumsi susu yang banyak mengandung kalsium, namun tidak ditambah vitamin D, maka kalsium dalam tubuh akan kurang berfungsi. Dengan ditambahkan vitamin D, maka penyerapan kalsium akan meningkat hingga 30 – 40 %. Jadi, kalsium dan vitamin D diperlukan untuk mencegah osteoporosis termasuk osteoporosis pascamenopause. Selain vitamin D, asupan vitamin K juga akan membantu protein dalam tubuh, mengikat kalsium dan mengangkutnya ketempat yang dibutuhkan dalam tulang, organ dan jaringan lain dalam tubuh. Tanpa vitamin K yang cukup, tulang akan mengalami peningkatan dalam risiko patah tulang. Tak hanya vitamin K dan vitamin D, kalsium dalam tulang dapat bekerja lebih optimal dengan adanya asupan magnesium. Magnesium sendiri diperlukan untuk penyerapan kalsium dan pembentukan tulang. 

APA YANG MENYEBABKAN OSTEOPOROSIS?

Setiap hari tulang dalam tubuh akan terus bertumbuh, dimana beberapa sel-sel tulang akan larut, dan sel-sel tulang baru akan tumbuh dalam proses yang disebut remodeling. Tapi bagi pengidap osteoporosis, proses pengeroposan tulang lebih cepat dibandingkan proses remodeling. Hal ini pun disebabkan oleh beragam faktor. Bagi seorang wanita yang tengah memasuki masa menopause, berkurangnya kadar estrogen dalam tubuh, akan membuat wanita lebih cepat mengalami  pengeroposan tulang. Kekurangan vitamin D juga dapat menjadi penyebab osteoporosis. Vitamin D aktif atau yang lebih dikenal dengan kalsitriol, bermanfaat untuk membantu tubuh menyerap dan menggunakan kalsium.

Tak hanya itu, osteopororis juga dapat disebabkan karena kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari, diantaranya terlalu banyak istirahat, sehingga jarang melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk melatih kekuatan tulang. Karena semakin sering anda menggunakan dan menggerakkan tulang, maka tulang akan semakin kuat. Kebiasaan lain yang juga dapat memicu osteoporosis adalah banyak mengonsumsi daging. Ketika anda mengonsumsi daging, maka ginjal akan lebih banyak mengeluarkan kalsium, sehingga mineral dalam tulang pun berkurang, dan akibatnya tulang menjadi lebih rapuh. Kebiasaan lain yang juga menjadi penyebab osteoporosis adalah banyak mengonsumsi makanan asin, kurang mendapatkan cahaya matahari, merokok, minum alkohol dan juga konsumsi obat-obatan tertentu yang justru dapat menyebabkan keroposnya tulang. 

OSTEOPOROSIS DAPAT MENYERANG SIAPA SAJA

MINUMSUSU-4

Menurut Departemen Kesehatan RI, wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita osteoporosis dibandingkan pria. Walaupun begitu, pria diatas 50 tahun juga berisiko terkena pengeroposan tulang ataupun patah tulang akibat osteoporosis. Setelah usia 50 tahun, para pria mulai terus kehilangan tulang sekitar 0,5 sampai 1 persen setiap tahunnya. Tak hanya itu, semakin bertambahnya usia, kadar hormon testosteron yang dimiliki oleh pria secara alami akan menurun, dan hal ini akan mempengaruhi usia tulang.

Banyak mitos yang berkembang bahwa osteoporosis hanya bisa menyerang para manula. Namun sebenarnya, osteoporosis dapat menyerang siapa saja, tidak hanya para orang tua, tapi juga para generasi muda. Hal ini disebabkan karena para generasi muda saat ini banyak yang menerapkan gaya hidup yang salah, diantaranya pola diet yang tidak sehat. Dengan berkurangnya asupan kalsium, vitamin D, vitamin K dan magnesium, akan membuat anda semakin berisiko terkena osteoporosis.

PENCEGAHAN DINI TERHADAP OSTEOPOROSIS

MINUMSUSU-3

Untuk mengetahui apakah anda mengalami osteoporosis atau tidak, anda dapat melakukan pengukuran kepadatan tulang. Pengukurannya sendiri dilakukan dengan menggunakan Densitometer dengan satuan Standar Deviasi (SD). Kepadatan tulang normal untuk orang dewasa muda usia 20-30 tahun adalah plus satu dan minus satu. Sedangkan penderita osteoporosis kepadatan tulangnya kurang atau sama dengan minus 2,5.

Untuk mencegah osteoporosis sendiri, anda dapat melakukan beragam cara. Selain banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium, vitamin D, vitamin K, dan magnesium, anda juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk melatih kekuatan tulang. Berjemur dibawah sinar matahari juga dapat membuat tubuh memproduksi vitamin D3 yang cukup dan berguna untuk tulang. Pola makan dan gaya hidup sehat juga menjadi salah satu kunci agar anda terbebas dari osteoporosis. Dan bagi anda yang telah berusia diatas 50 tahun, anda tidak perlu khawatir, karena anda dapat mengonsumsi Renovit Gold Multivitamin untuk memenuhi kebutuhan anda akan vitamin dan mineral yang baik untuk tulang. Dengan kandungan 12 vitamin dan 13 mineral plus zat aktif tambahan, Renovit Gold Multivitamin dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan di usia lanjut, dan tulang pun dapat terbebas dari osteoporosis.

Share Artikel ini :