...
Pola Makan yang Bisa Membahayakan Kesehatan

PolaMakan-1

Meski terdengar sepele, mengacuhkan pola makan kita sehari-hari adalah sebuah kebiasaan yang bisa membahayakan kesehatan tubuh kita. Pola makan sehat adalah salah satu cara atau usaha dalam mengatur jumlah dan jenis makanan, yang dimaksudkan antara lain untuk menjaga kesehatan, status nutrisi, dan menjaga kondisi tubuh selalu dalam kondisi sehat. Pola makan yang baik dapat menghambat atau mencegah timbulnya penyakit. Karena pola makan mempengaruhi metabolisme tubuh, sehingga akan menentukan tubuh menjadi sehat atau sakit.

Konsumsi makanan seimbang dengan pola makan yang baik, adalah anjuran dasar yang harus dipatuhi agar kondisi tubuh selalu terjaga, sehat. Sering tidaknya mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran, melewatkan salah satu waktu makan seperti sarapan, atau pun jumlah porsi makan yang dikonsumsi, adalah beberapa pola makan yang sering kali diacuhkan oleh kebanyakan orang. Padahal banyak efek negatif yang akan diterima oleh tubuh karena kebiasaan seperti itu. Seperti sembelit bila kekurangan serat, kurang energi bagi yang melewatkan sarapan, yang padahal terpenting dibanding makan siang dan malam, juga tubuh kelebihan gula bagi yang makan dengan porsi berlebih. Ujungnya, tentu saja kesehatan tubuh akan terganggu, dan berbagai penyakit pun akan datang.

Nah, selain yang disebutkan tadi, beberapa kebiasaan ini juga termasuk dalam pola makan yang membahayakan kesehatan tubuh.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat

Belum makan, kalau belum makan nasi. Kita pasti sering mendengar istilah itu. Padahal selain nasi, kita kadang sudah mengonsumsi roti, mie, lontong, dan jenis makanan-makanan lainnya yang ternyata adalah sumber karbohidrat. Karbohidrat memang penting untuk membangun energi. Namun jika berlebihan, maka karbohidrat yang tidak tercerna dengan baik akan menjadi tumpukan kalori yang membahayakan kesehatan tubuh.

Nasi putih sendiri merupakan salah satu makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, yang membuatnya mudah dan cepat untuk dipecah menjadi gula yang akan diserap tubuh.  Hal itu membuat kadar glukosa darah akan cepat naik, dan jika terus menerus kita biarkan kondisi seperti itu, maka jangan kaget bila tiba-tiba kita terkena obesitas atau bahkan penyakit diabetes.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Tak hanya dalam makanan yang bercitarasa manis, gula juga bisa kamu temui di minuman kemasan, seperti pada roti, aneka camilan manis atau bahkan nasi. Mengomsumsi banyak gula akan menyebabkan obesitas, naiknya kolesterol, hingga diabetes. Efek lain yang sering tidak kita sadari dari mengonsumsi gula berlebih adalah kondisi yang gampang lapar atau selalu ingin makan, lemak yang bertumpuk di perut, kerusakan gigi, obesitas, gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, bahkan sakit jantung.

Batas asupan gula bagi orang dewasa yang disarankan adalah 50 gram atau setara dengan 12 sendok teh gula per orang per hari. American Heart Association (AHA) merekomendasikan anak usia 2 sampai 18 tahun untuk tidak mengonsumsi lebih dari 6 sendok teh gula dalam menu makanannya sehari-hari. Dan itu mencakup gula yang ada di susu, buah atau pun sayuran.

PolaMakan-2

Saat mengonsumsi gula, tubuh akan mendapatkan zat glukosa yang berasal dari gula. Zat glukosa tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai energi cadangan. Namun bila berlebihan, akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan tubuh.

Jarang makan sayur

Pada sayur-sayuran terkandung banyak serat, nutrisi dan berbagai macam mineral sehat. Bila kita banyak makan sayur, maka akan terbentuk spons alami yang mampu menyerap nutrisi alami bagi kesehatan tubuh dan menyaring beragam zat berbahaya di tubuh.

Sementara, bila kurang makan sayur, makan tubuh akan memberi sinyal error, seperti di antaranya sembelit atau kesulitan buang air besar dikarenakan feses yang terlalu padat. Otomatis, hal tersebut menimbulkan gangguan pencernaan dan juga memicu wasir atau ambeien karena tekanan dari feses yang begitu besar. Kondisi wasir ini ditandai dengan gejala pembengkakan pada vena yang berada dekat anus dan bagian bawah usus besar. Vena yang mendapat tekanan, akan membesar. Jika sudah parah, bisa menyebabkan pecah dan pendarahan.

Kurang mengonsumsi sayur juga dapat membuat gula darah dan kolesterol menjadi tinggi. Jadi, ayo mulai makan sayur ya..

Kurangnya Asupan Vitamin dan Mineral

Kebiasaan tidak baik lainnya adalah, malasnya mengonsumsi vitamin dan mineral. Dengan banyaknya polutan di sekitar kita, ditambah belum tentu pola makan kita sudah benar, tentu memperhatikan konsumsi vitamin dan mineral menjadi sebuah keharusan. Tujuannya, tentu saja agar tubuh lebih sehat dan bugar.

Selain mulai lebih memperhatikan pola makan yang sehat dan seimbang, mengonsumsi Renovit Multivitamin satu kaplet setiap hari, menjadi pilihan yang baik dan bijak. Karena Renovit Multivitamin memiliki kandungan paling lengkap, dengan 12 vitamin dan 13 mineral yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh Anda sehari-hari.

Share Artikel ini :