...
Masih Muda Tapi Mudah Lupa? Ketahui Beberapa Penyebabnya

MasihMuda-3

Masih muda, tapi sering lupa. Tiba-tiba lupa di mana menaruh barang. Lupa nama teman yang baru dikenal, atau lupa hendak melakukan apa. Pernah mengalami hal-hal seperti tadi? Dalam hal ini sepertinya Anda tidak sendirian. Lupa, atau istilah medisnya dikenal dengan SMS (Short Term Memory Loss Syndrome) membuat penderitanya lupa akan tindakan yang baru saja dilakukan, maupun hal lain yang baru saja terjadi atau ia lakukan.

Umumnya, kondisi SMS tersebut sering dialami orang orang-orang yang sudah berusia lanjut. Namun kini, kian banyak ditemukan gejala SMS juga dialami oleh yang masih berusia muda. Tentu saja hal itu selain mengganggu aktivitas, juga jangan dianggap sepele. Apalagi jika lupa yang Anda alami sering terjadi. Karena itu bisa menjadi gejala menuju kepikunan.

Kondisi yang mengkhawatirkan dan menjengkelkan ini ternyata ada penyebabnya. Merujuk pada fakta medis dan hasil penelitian yang dilakukan di Harvard University, beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi pelupa kebanyakan datang dari kebiasaan atau gaya hidup dan pola makan atau apa yang biasa kita konsumsi. Nah, selain itu penyebab yang paling sering  ditemukan dan diabaikan adalah:

Stres dan Cemas

Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa stres memiliki efek serius terhadap kesehatan mental dan fisik. Ketika sedang stres, ada bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus terpicu melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin sendiri dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Sedangkan kortisol memacu naiknya gula darah.

Dikutip dari News Max Healt, beberapa efek yang ditimbulkan akibat stres dan cemas adalah munculnya berbagai masalah kesehatan (penyakit), rambut rontok, dan bisa mempengaruhi memori jangka panjang, memori jangka pendek, dan memproduksi bahan kimia yang menyebabkan ketidakseimbangan.

Stres dan cemas pada masalah keseharian, seperti pekerjaan, persaingan, juga kebutuhan akan uang yang semakin meningkat karena dipengaruhi gaya hidup, menyebabkan seseorang sering mengalami rasa cemas dan stres. Konsekuensi dari kedua masalah ini adalah, menurunnya kemampuan otak untuk mengingat. Stres dan cemas dapat mengganggu perhatian dan memblokir pembentukan kenangan serta menyebabkan kita melupakan masa lalu.

Kurang Tidur

Riset membuktikan, bahwa tidur yang cukup dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga berat badan, menjaga mood tetap baik, mencegah diabetes dan penyakit jantung, juga meningkatkan daya pikir serta daya ingat. Jam dan durasi tidur yang tepat dan cukup, dengan menyesuaikan usia, adalah salah satu cara untuk mendapatkan manfaat dari tidur. Umumnya pada usia dewasa adalah 7-9 jam sehari dan maksimal tidur pada pukul 10 malam. Karena di malam hari, tubuh akan meregenerasi sel-selnya.

MasihMuda-2

Jika sesekali Anda tidak dapat memenuhi kecukupan dan jumlah waktu tidur Anda, seperti Anda harus begadang, maka disarankan sebaiknya Anda menggantinya dengan tidur lebih panjang diwaktu berikutnya. Tapi tentu saja itu bila hanya terjadi sesekali saja. Karena jika sudah sering terjadi kondisi kurang tidur, maka kita akan mengalami salah satu efeknya yakni kehilangan ingatan. Tidak hanya kurang tidur, tidur yang tidak nyenyak atau tidak berkualitas yang disebabkan gangguan gadget, mesin, suara berisik, mimpi buruk, dan lainnya sangat berpengaruh pada memori kita. Ujungnya berpengaruh pada memori kian memudar alias mudah lupa.

Otak Tidak Mendapatkan Pasokan Oksigen yang Cukup

Selain nutrisi, untuk bisa berpikir dengan baik, otak membutuhkan oksigen. Oksigen bisa kita dapatkan dengan cara bernafas. Namun yang sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen yang dipasok menuju otak adalah darah yang beredar di dalam tubuh kita.

Apabila darah dan air yang ada di dalam tubuh kita lancar, maka pasokan oksigen ke dalam otak juga akan menjadi lancar. Sebaliknya, apabila darah yang mengalir tidak lancar, maka oksigen yang akan dibawa ke otak juga menjadi tidak lancar dan akan semakin sedikit.

Selain itu, cara bernafas juga bisa mempengaruhi jumlah oksigen yang kita hirup. Seseorang yang bernafas dengan cepat dan dangkal biasanya kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, cobalah untuk berlatih bernafas secara teratur dan menghisap nafas dalam-dalam kemudian menahannya beberapa saat sebelum dihembuskan. Juga, sesekali cobalah ke tempat yang banyak menghasilkan oksigen alami, seperti ke taman-taman yang banyak pohonnya, agar paru-paru kita dapat asupan oksigen yang segar dan banyak.

Kurang Multivitamin yang Berfungsi Memelihara Daya Ingat dan Memori

Menurunnya daya ingat dan memori juga bisa disebabkan karena faktor usia. Sebuah penelitian menyebutkan, 5 persen dari masyarakat usia lanjut harus menyerah pada senile dementia (kerusakan saraf akibat ketuaan). Namun ada 5 persen lainnya yang mencapai usia 100 tahun dengan fungsi tubuh yang sempuran, termasuk fungsi mengingat. Sementara 90 persen sisanya, yang berada di zona yang harus berusaha lebih menjaga kesehatan daya ingatnya.

Beberapa kegiatan yang dapat menguatkan daya ingat adalah, dengan melakukan permainan penguat memori, seperti bermain teka-teki silang dan bersosialisasi. Selain itu, perlu perhatian lebih juga dalam hal mengonsumsi vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh. . Karenanya, konsumsi 1 kaplet Renovit Gold Multivitamin, yang didalamnya mengandung 12 vitamin dan 13 mineral plus zat aktif tambahan,dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan di usia lanjut, termasuk berkurangnya daya ingat. 

Sumber :

https://health.detik.com/penyakit/1168739/short-term-memory-loss-syndrome

Share Artikel ini :