...
Kebiasaan Begadang Berisiko Kematian. Benarkah?

Begadang-1






















Ingin sehat? Tidurlah dengan durasi yang cukup. Hmm, pasti sudah tidak asing dengan kalimat tadi kan? Dan pastinya tetap saja sebagian dari kita masih menganggap tidak terlalu penting soal tidur ini. Padahal, tidur cukup adalah kunci kesehatan. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa, tidur termasuk sebagai aktivitas yang punya segudang manfaat. Saat tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme dalam tubuh. Mulai dari mengembalikan nafsu makan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, meningkatkan kebugaran, hingga meningkatkan energi dan fokus untuk beraktivitas keesokan harinya.

Tidur cukup bahkan dapat  membantu kita mengelola stres dan gejala gangguan kejiwaan, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Lama waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa dan lansia adalah sekitar tujuh sampai delapan jam. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (sekitar 8-12 jam, tergantung usianya).

Penyebab Susah Tidur

Begadang-2


















Pernah mendengar istilah morning people dan bukan morning people? Ya, biasanya morning people adalah orang-orang yang memang terbiasa sudah mulai beraktivitas pada pagi hari. Secara otomatis, mereka biasanya juga orang-orang yang tidurnya bukan dijam yang larut. Bahkan sering diledek, masih sore sudah ngantuk.

Sementara sebagian lainnya, menyatakan dirinya kalau bukan morning people. Alias mereka biasa beraktivitas malam sampai dini hari. Dan itu tanpa sadar, mereka lakukan terus selama bertahun-tahun lamanya. Padahal tanpa disadari, kebiasaan mereka ini menjadi alarm alami tubuhnya yang lama kelamaan justru terus menggerogoti kesehatan kita sendiri.

Untuk yang sudah berlangsung lama, para pelaku sering begadang ini pun bisa terkena apa yang disebut insomnia, atau sulit tidur dalam waktu lama sesuai dengan kebutuhan tubuh.  Sebuah penelitian menyatakan bahwa kasus insomnia di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, mencapai 150 juta kasus ditahun 2010. Di Indonesia kasus insomnia terjadi pada 3.9% pada pria dan 4,6% pada wanita. Insomnia umumnya disebabkan oleh gaya hidup atau kebiasaan, kenyamanan kamar tidur, gangguan psikologi, kesehatan fisik dan efek samping obat-obatan.

Dampak Begadang Bisa Menyebabkan Kematian Dini?

Begadang-3


















Orang yang suka begadang biasanya adalah karena kebiasaan, gaya hidup, dan beberapa penyebab lainnya, yang akhirnya bisa mengakibatkan insomnia. Lebih dari itu, begadang yang terus menerus sangat buruk dampaknya bagi kesehatan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara begadang, bangun siang, dan kematian dini.

Sebuah jurnal Chronobiology International yang dibuat oleh peneliti Inggris menjelaskan bahwa kebiasaan begadang mengubah ritme sirkadian atau proses biologis yang berulang setiap 24 jam. Waktu yang seharusnya digunakan tubuh untuk proses detoksifikasi atau mengeluarkan racun dari tubuh saat tidur malam justru digunakan untuk bekerja atau beraktivitas lain. Sementara waktu yang semestinya digunakan untuk beraktivitas justru dipakai untuk tidur.  Kebiasaan seperti ini menyebabkan ketidakseimbangan untuk tubuh antara ritme sirkadian dengan waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas.

Dari hasil penelitian, orang yang suka begadang berisiko memiliki beberapa masalah kesehatan, seperti diabetes, gangguan pencernaan, gangguan neurologis, gangguan pernapasan, dan gangguan psikologis. Selain itu mereka juga memiliki risiko kematian dini. Yang kian memperparah efek dari kebiasaan begadang adalah aneka kegiatan negatif yang dilakukan selama begadang. Mulai dari mengonsumsi makanan tidak sehat hingga mengonsumsi alkohol.

Temuannya menunjukkan bahwa orang yang setiap malam tidur kurang dari enam jam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12 persen. Sementara orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat.

Solusi Bagi yang Susah Tidur

Sekali lagi, teruslah mengingatkan diri sendiri, bahwa tidur yang cukup adalah kunci kesehatan. Beberapa tips sederhana tapi harus konsisten dilakukan berikut ini, boleh untuk ditiru:

- Karena kita butuh 7-8 jam waktu tidur, maka bila kita butuh bangun pagi jam 6 pagi, pastikan jam 11 malam kita sudah harus tidur.

- Bila ingin berolahraga sebelum tidur, lakukan minimal 2-3 jam sebelum waktunya tidur.

- Hindari kafein, rokok dan alkohol.

- Jangan tidur siang di atas jam 3 siang. Karena itu membuat kita segar di malam hari.

- Coba lakukan hal-hal yang membuat tenang dan rileks sebelum tidur. Misalnya mendengarkan lagu, membaca buku, berendam air hangat atau kegiatan lainnya yang membuat santai.

- Buat suasana kamar tidur yang nyaman, sepi, gelap dan dingin. Hindari TV dan gadget.

- Bila sampai 20 menit masih juga belum bisa tidur, coba lakukan aktivitas lain agar kita tidak fokus pada rasa cemas karena tidak bisa tidur. Seperti membaca atau pun mendengarkan lagu.

Jaga Terus Kebugaran Tubuh

Jika sudah berhasil menjalankan tips-tips tadi, jadikan tidur cukup menjadi kebiasaan. Tubuh segar, dijamin akan terjadi di pagi hari kita bangun. Cobalah berolahraga rutin atau sering bergerak, bahkan sekedar berjalan kaki selama beberapa menit secara teratur tiap harinya, agar tubuh kian fit dan segar. Lalu makan yang benar dan jangan lawan jika tubuh benar-benar sudah merasa mengantuk. Segeralah tidur. Karena itu artinya alarm tubuh sudah mulai bekerja dengan benar.

Begadang-5


















Dan agar tubuh kian segar dan bugar, penuhi juga kebutuhan tubuh akan multivitamin dan mineral. Anda dapat mengonsumsi 1 kaplet Renovit Multivitamin setiap harinya. Karena di dalam 1 kaplet Renovit Multivitamin telah mengandung 12 vitamin dan 13 mineral yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh.

Share Artikel ini :