...
Jarang Diketahui, 4 Hal Yang Terjadi Pada Otak Saat Berhenti Olahraga

JARANGDIKETAHUI-1

Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar adalah dengan melakukan olahraga secara rutin dan teratur. Namun nyatanya, masih banyak masyarakat Indonesia merasa enggan untuk melakukan olahraga. Hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2015 lalu, yang menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia yang melakukan olahraga secara rutin hanya berkisar 27,61 % saja. Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus, karena ini artinya dari 100 penduduk Indonesia, hanya ada 28 orang yang rutin melakukan akitivitas fisik.

Dilansir dari Voaindonesia.com, sebuah riset dari Universitas Duke di North Carolina, menyebutkan bahwa melakukan olahraga rutin selama satu jam dalam satu hari, akan membuat tubuh menjadi lebih sehat, dan dapat terhindar dari beragam penyakit. Bahkan rutin berolahraga juga dapat mengurangi risiko kematian hingga 50 %. Namun entah apa yang membuat olahraga sepertinya kurang diminati oleh masyarakat Indonesia.

Padahal dari hasil riset yang dirilis oleh Jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, menunjukkan bahwa olahraga teratur memiliki manfaat lain, yaitu memacu kinerja otak. Nah apa jadinya ya, kalau anda berhenti olahraga, atau bahkan tidak melakukan olahraga? Dilansir dari the healthsite.com, inilah beberapa hal yang akan terjadi pada otak anda jika berhenti berolahraga.

INGATAN MEMUDAR

Salah satu masalah yang terjadi pada otak anda saat berhenti berolahraga adalah ingatan yang memudar. Hal ini terjadi karena pada saat anda melakukan olahraga, tubuh pun menjadi lebih bugar, sehingga salah satu bagian otak yang disebut hippocampus juga ikut berkembang.

Hippocampus sendiri merupakan salah satu bagian otak yang dapat mempengaruhi daya ingat otak.  Maka dengan peningkatan volumenya, akan membuat otak anda memiliki daya ingat lebih tajam dan kemampuan belajar lebih baik. Namun sebaliknya, jika tubuh anda tidak dalam keadaan bugar, akibat tidak rutin melakukan olahraga, maka volume hippocampus tidak akan berkembang, sehingga daya ingat pun akan memudar dan dapat berlanjut hingga otak dapat mengalami kerusakan kognitif ringan.

SULIT BERKONSENTRASI

JARANGDIKETAHUI-3

Masalah lain yang akan terjadi pada otak anda saat berhenti berolahraga adalah sulitnya berkonsentrasi. Hal ini disebabkan karena aliran darah ke otak yang menurun, sehingga membuat anda sulit konsentrasi. Seperti yang diketahui, dengan rajin berolahraga, maka aliran darah menuju otak akan meningkat, sehingga membuat tingkat konsentrasi seseorang semakin tinggi. Dalam sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat, para peneliti mencari hubungan antara olahraga dengan prestasi belajar anak-anak. Seperti yang diduga, anak yang memiliki tubuh bugar akibat rajin berolahraga mengalami perkembangan cukup signifikan dalam konsentrasi belajar. Anak-anak tersebut juga lebih fokus dan dapat melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

KECERDASAN MENURUN

Setiap manusia memiliki kecerdasan intelektual atau IQ (Intelligence Quotient) yang berbeda-beda. IQ dapat diukur untuk menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang, walau tidak ada ukuran pasti, karena tingkat kecerdasan seseorang bisa menurun. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2009 lalu, menyebutkan bahwa terdapat hubungan langsung antara IQ dan tingkat kebugaran. Untuk itu, berlari, berenang, senam aerobik bahkan yoga secara teratur dapat membantu aspek inteligensia anda. Tak hanya itu, sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan berolahraga selama 150 menit setiap minggunya, akan memberikan manfaat yang lebih banyak bagi kecerdasan otak anda.


RISIKO DEPRESI MENINGKAT

JARANGDIKETAHUI-5

Tak hanya kecerdasan otak yang menurun, berhenti berolahraga juga dapat meningkatkan resiko seseorang untuk mengalami depresi. Menurut penulis buku “Habits of a Happy Brain””, Loretta Graziano Breuning, Ph.D; ketika seseorang melakukan olahraga kardio seperti lari, renang ataupun bersepeda, tubuh secara otomotis akan memproduksi protein khusus dalam otak yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor atau BDNF.

Protein ini sendiri dapat membantu fungsi neuron dalam otak dan bisa menahan stress. Olahraga aerobik, jalan pagi atau peregangan ringan, juga dapat membantu mengatasi gejala depresi. Seperti yang diketahui, olahraga memicu produksi endorphin, serta memicu otak untuk berpikir lebih positif. Tak hanya olahraga, cara lain untuk terhindar dari depresi adalah dengan banyak mengonsumsi vitamin B12 dan vitamin B, yang dapat membantu produksi senyawa kimia dalam otak yang dapat mempengaruhi suasana hati, yaitu serotonin, epinephrine, dan dopamin. Dan dengan mengonsumsi Renovit Multivitamin dan mineral setiap hari, kebutuhan akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh agar terhindar dari depresi, dapat terpenuhi. Karena Renovit Multivitamin dan Mineral mengandung 12 vitamin dan 13 mineral yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, untuk membantu regenerasi sel-sel yang rusak, serta memelihara fungsi memori dan daya ingat.

Share Artikel ini :