...
Indonesia Darurat TBC Menurut WHO

IndonesiaDaruratTBCMenurutWHO16

WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyatakan Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia. TB menjadi penyebab kematian nomor empat setelah penyakit kardiovaskuler. Ironisnya masyarakat masih banyak yang tidak sadar bahkan tidak tahu tentang TB dan bagaimana mengakses cara pengobatannya.

Mulai sekarang ada baiknya Anda memberi perhatian lebih terhadap penyakit ini. TBC sendiri memiliki beberapa jenis, yakni TBC Paru, TBC Tulang dan TBC Kelenjar. Yang paling lazim terjadi itu adalah TBC Paru. Salah satu gejala TBC ini adalah batuk berdahak terus-menerus selama kurang lebih tiga minggu. Disamping itu juga kadang penderita TBC Paru berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang pasti. Pada bagian dada terasa sesak dan nyeri serta batuk yang diderita lama kelamaan menjadi darah.

Berbeda dengan TBC Tulang, jenis penyakit TBC ini memiliki ciri khusus yakni merasakan pegal-pegal dan nyeri pada tulang. Sendi-sendi yang sakit terlihat bengkak dan penderita TBC tulang merasa sulit bergerak. Selain itu, daerah kulit di mana tulang diserang akan terlihat berwarna merah kebiruan seperti terdapat memar.

Jenis yang ketiga adalah TBC Kelenjar yang menyerang area kelenjar getah bening pada bagian tubuh seperti leher, ketiak atau lipatan paha. Meskipun secara umum gejala penyakit TBC kelenjar sama seperti batuk dan berkeringat dingin, tipe Tuberkulosis kelenjar ini akan menimbulkan benjolan pada daerah-daerah yang rawan terkena TBC. Benjolan awalnya berukuran kecil; namun, jika dibiarkan akan terus membesar.

Ketiga jenis TBC ini memiliki efek yang cukup mematikan. Untuk itu Anda bisa melakukan pencegahan-pencegahan sejak dini terhadap penyakit TBC. Untuk anak Anda yang masih balita, berikan ia Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Selain itu, batasi kontak dengan penderita TBC karena penyakit ini bisa menular melalui air liur yang ada di udara, saat penderita TBC batuk atau bersin. Yang terpenting lagi adalah jaga pola hidup sehat dan asupan makanan yang bergizi.

Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang. Dengan menerapkan pola makan sehat, Anda turut membantu tubuh dalam mencegah dan Anda juga turut menjaga status gizi Anda. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral antara lain Vitamin A, D, C, Zat Besi dan Selenium.

Konsumsi multivitamin rutin untuk mencegah TBC itulah yang membuat Anda memerlukan suplemen multivitamin yang berguna untuk tubuh, Renovit. Kandungan lengkap 12 vitamin dan 13 mineral untuk Anda mampu memenuhi kebutuhan nutrisi multivitamin dan mineral tubuh setiap harinya. Disamping Renovit juga mampu memperbaiki metabolism tubuh dan menutrisi berbagai fungsi tubuh secara seimbang.   

Kenali lalu hindari sejak dini penyakit TBC dan Anda akan berperan penting dalam menurunkan jumlah penyakit TBC di Indonesia ini.

Share Artikel ini :