...
Fakta Seputar Penyebab Nyeri Sendi di Lanjut Usia

NyeriSendi-1

Salah satu keluhan yang seringkali dialami oleh orang berusia lanjut adalah nyeri sendi. Mulai dari sendi lutut, sikut, ruas jari, pinggul, leher hingga bahu. Sehingga berbagai kegiatan sehari-hari pun menjadi terhambat, misalnya kesulitan untuk naik turun tangga, membungkuk dan juga berdiri kembali.

Biasanya nyeri sendi yang dialami oleh para lansia ini disebabkan oleh trauma, cedera, infeksi, kegemukan, obesitas, dan juga osteoarthritis atau radang sendi. Osteoarthritis sendiri merupakan kerusakan sendi kronis yang terjadi pada tulang rawan. Rasa nyeri muncul akibat pertemuan antar tulang yang dipicu oleh menipisnya tulang rawan. Nyeri sendi ini sendiri, rentan dialami oleh orang berusia diatas 45 tahun.

Menurut data dari sebuah riset kesehatan, sekitar 36,5 juta jiwa atau 16 % penduduk Indonesia menderita nyeri sendi. Gejala klinis radang sendi antara lain rasa nyeri bertambah jika melakukan gerakan, sendi menjadi kaku, bengkak dan di malam hari rasa nyerinya semakin terasa. Namun nyeri sendi tak hanya disebabkan oleh radang sendi saja, tapi juga beberapa hal lainnya. Diantaranya adalah..

Kurang kalsium

Nyeri sendi karena kurang kalsium erat kaitannya dengan osteoporosis yang biasa dialami oleh orang tua dan wanita yang sudah menopause. Osteoporosis juga memiliki tanda awal berupa nyeri sendi. Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan dan minuman yang berkalsium tinggi serta suplemen yang mengandung kalsium.

Kerusakan Tempurung Lutut

Lutut adalah salah satu sendi terbesar dalam tubuh yang terdiri dari 3 buah tulang, yaitu tulang paha (femur), tulang kering (tibia) dan tempurung lutut (patella), yang disatukan oleh sebuah jaringan luas yang terdiri dari ligamen, tulang rawan, tendon dan otot. Lutut merupakan salah satu bagian penting dari tubuh, yang bertanggung jawab untuk menanggung beban dan juga pergerakan tubuh.

Nyeri sendi pada lutut, dapat juga terjadi jika terdapat kerusakan pada tempurung lutut. Biasanya kerusakan tempurung lutut disebabkan karena trauma seperti jatuh dari ketinggian, dan juga kecelakaan. Selain nyeri sendi, gejala lain dari adanya kerusakan pada tempurung lutut adalah lutut terasa empuk ketika disentuh, terdapat pembengkakkan pada lutut, terdapat kelainan bentuk di lutut, serta terbatasnya pergerakan tubuh.

Keseleo dan Tegang

Nyeri pada sendi juga bisa terjadi karena sendi mengalami sprain atau keseleo, dimana ligamen pergelangan kaki terpelintir dan robek, akibat paksaan pada sendi. Ligamen sendiri adalah jaringan kuat yang mengikat dan menyambungkan tulang dengan tulang lainnya. Selain nyeri, gejala lain akibat sendi keseleo adalah adanya pembengkakkan, memar, tubuh tidak dapat bertumpu pada pergelangan yang sakit, terdapat perubahan warna kulit, serta sendi dan otot menjadi kaku.

Nyeri sendi juga bisa disebabkan akibat hamstring injury, yaitu satu kondisi dimana salah satu dari otot-otot hamstring tertarik atau tegang. Otot-otot hamstring sendiri berada di sepanjang belakang paha. Biasanya setelah otot mengalami tegang, tubuh akan merasakan sakit di bagian belakang paha selama melakukan aktivitas. Dan beberapa jam setelah cedera, akan timbul rasa nyeri, bengkak yang disertai memar.

Makan Makanan yang Digoreng

Faktanya, makanan yang kita konsumsi juga dapat mengakibatkan nyeri sendi. Seperti yang diketahui, makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak lebih banyak, dan kebanyakan lemak dapat menyebabkan peradangan, yang ujung-ujungnya dapat mengakibatkan nyeri sendi. Makanan yang mengandung kolesterol termasuk gorengan, dapat menghambat aliran darah, yang kemudian membuat otot kekurangan oksigen, dan akhirnya otot menjadi kaku serta gampang lelah.

NyeriSendi-2

Selain itu, penggunaan minyak nabati, seperti minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari, juga dapat menyebabkan radang sendi, yang menyebabkan nyeri sendi.  Untuk itu, sebagai pencegahan, banyaklah mengonsumsi kacang-kacangan yang kaya asam lemak baik, jeruk yang kaya antioksidan, alpukat yang kaya asam lemak baik, dan dapat membantu mencegah peradangan, termasuk nyeri sendi.

Kekurangan Vitamin dan Mineral

Selain kurang olahraga, nyeri sendi juga dapat diakibatkan karena kurangnya konsumsi vitamin dan mineral, seperti kalsium dan vitamin D. Untuk para lansia, seiring pertambahan umur, maka konsumsi vitamin dan mineral pun perlu menjadi perhatian, agar tidak terkena nyeri sendi. Seperti yang diketahui, nyeri sendi karena kurangnya asupan kalsium sangat berkaitan dengan penyakit osteoporosis yang biasa dialami oleh para lansia. Sedangkan kurangnya vitamin D dalam tubuh, akan membuat penyerapan kalsium dalam tubuh menjadi tidak sempurna.

Untuk itu solusi tepat untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengonsumsi 1 kaplet Renovit Gold Multivitamin, yang didalamnya mengandung 12 vitamin dan 13 mineral plus zat aktif tambahan, yang dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan di usia lanjut, termasuk nyeri sendi. 


Source:

https://lifestyle.okezone.com/read/2016/10/20/481/1519775/nyeri-sendi-pertanda-kurang-apa

Share Artikel ini :