...
Cara Ampuh Mengatasi Pre Menstrual Syndrome

PMS-1





















Jangan pernah berurusan dengan perempuan ketika mereka sedang PMS! Nah, pasti Anda sering mendengar kalimat itu kan? Ya, seperti yang diketahui masa-masa menjelang menstruasi ini umum dikenal dengan sebutan PMS atau jika dalam bahasa medisnya adalah Premenstrual Syndrome.

PMS sendiri sebenarnya berbeda dengan menstruasi. PMS biasanya terjadi secara regular setiap bulannya dan menjadi salah satu masa-masa terberat bagi seorang perempuan. Betapa tidak, perubahan hormon saat menjelang menstruasi yang harus dialami oleh perempuan setiap bulannya, membuat perempuan harus mengalami  tidak hanya perubahan fisik, tapi juga psikis. Bahkan tak sedikit perempuan yang harus beristirahat total akibat pengaruh PMS yang sangat hebat. Menurut penelitian, sekitar 40 % perempuan berusia 14 – 50 tahun, mengalami PMS.  Namun apa sebenarnya PMS atau sindrom prahaid itu? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini. 

1. PENGERTIAN PREMENSTRUAL SYNDROME

Dilansir dari Wikipedia, PMS atau Premenstrual Syndrome atau sindrom prahaid adalah kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan. The American College of Obstetrics dan Gynecology mendefinisikan PMS merupakan tanda-tanda fisik yang cukup menganggu serta bersifat konsisten sebelum masa ‘datang bulan’. PMS sendiri diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Gejala PMS dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tidak kurang dari 85 % perempuan usia produktif antara 25–35 tahun mengalami satu gejala PMS.

Selain PMS, serangkaian gejala yang dapat terjadi sebelum menstruasi juga dikenal dengan istilah PMDD atau Premenstrual Dysphoric Disorder. PMDD sendiri berbeda dengan PMS. Salah satu perbedaan yang cukup signifikan adalah tingkat keparahan tanda dan gejala yang dialami. Walaupun PMS dan PMDD memiliki gejala fisik dan psikis yang sama, namun pada orang yang mengalami PMDD tingkatannya lebih tinggi, bahkan jika tidak segera ditangani orang yang mengalami PMDD bisa sampai menyakiti dirinya sendiri.

 PMS-2


















2. TANDA DAN GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME

PMS yng dirasakan perempuan berbeda-beda, ada yang mengalami gejala ekstrem hingga tidak dapat beraktivitas dengan normal, namun ada juga yang hanya mengalami gejala ringan. Gejala fisik yang dialami oleh perempuan PMS umumnya adalah nafsu makan meningkat, berat badan bertambah, sakit kepala, tangan dan kaki membengkak, nyeri, mudah lelah, perut terasa kembung, pembengkakan pada payudara yang disertai dengan rasa nyeri, konstipasi atau diare, serta jerawat. Bahkan untuk gejala yang lebih parah yakni hilangnya kesadaran atau pingsan. 

Sedangkan gejala yang timbul secara psikis antara lain timbulnya rasa sedih, putus asa, cemas, mudah tersinggung, tidak fokus, insomnia, lebih sering menyendiri dan menarik diri dari lingkungan.

PMS tidak hanya terjadi sebelum masa menstruasi, tapi juga dapat dialami setelah menstruasi. Walaupun begitu, tidak semua perempuan mengalami PMS. Namun apabila gejala-gejala PMS sudah terlalu parah, hingga mengganggu segala aktivitas,bahkan menganggu kesehatan, serta hubungan sosial, ada baiknya Anda segera konsultasi dengan dokter untuk segera dicari penanganan yang terbaik. Karena jika tidak ditangani dengan baik PMS akan sangat berbahaya.

PMS-4  

3. PENYEBAB PREMENSTRUAL SYNDROME

Premenstrual Syndrome atau PMS sendiri terjadi disebabkan karena apa sebenarnya belum dapat diindentifikasi. Namun para ahli berasumsi bahwa adanya ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone pada perempuan lah yang menjadi penyebab PMS. Seperti yang diketahui, pada saat menjelang menstruasi, hormon estrogen mengalami peningkatan. Hormon estrogen sendiri merupakan hormon yang  memiliki peranan penting untuk perkembangan seksual dan reproduksi  pada perempuan. 

Tak hanya ketidakseimbangan hormon, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab PMS, diantaranya adalah adanya anggota keluarga yang memiliki kondisi PMS serupa dengan yang Anda alami saat ini, adanya masalah mental, kurangnya berolahraga, dan juga terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Kurangnya konsumsi vitamin B6, kalsium dan magnesium, juga bisa menjadi penyebab PMS. Untuk itu, Anda perlu memenuhi kebutuhan akan vitamin B6, kalsium dan magnesium, serta dengan mengonsumsi Renovit Multivitamin dan Mineral setiap hari. Karena dalam 1 kaplet Renovit Multivitamin dan Mineral, telah mengandung 12 vitamin dan 13 mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

PMS-3


















4. MENGATASINYA DENGAN DIET SEHAT, OLAHRAGA TERATUR, DAN ISTIRAHAT YANG CUKUP

Untuk mengatasi PMS, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini :

-          Diet sehat, yaitu dengan membatasi konsumsi garam, gula, lemak, kafein, alkohol dan juga rokok. Pada saat PMS lebih baik meningkatkan konsumsi sayuran hijau, serta makanan tinggi karbohidrat seperti sereal, roti dan juga mie. 

-          Olahraga teratur. Karena PMS tidak dapat dihindari, maka yang perlu dilakukan adalah dengan menikmati PMS yang sedang terjadi. Untuk itu, Anda dapat sedikit melupakan PMS dengan melakukan olahraga secara teratur, seperti yoga. Dengan melakukan terapi relaksasi seperti menarik nafas dan meditasi, dapat mengalihkan pikiran dari rasa sakit PMS.

Istirahat yang cukup bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi PMS. Menurut pakar kesehatan, perempuan yang tengah mengalami PMS disarankan untuk tidur dengan posisi meringkuk seperti janin dalam kandungan. Hal ini dilakukan agar rasa kram pada perut akan lebih berkurang, dan Anda pun menjadi lebih nyaman. Tidur dan istirahat dengan posisi janin sendiri dapat merelaksasi otot rangka di sekitar perut dan mengurangi rasa tegang sehingga rasa kram dan nyeri

PMS-5

Share Artikel ini :