...
Berkenalan Dengan 5 Pahlawan Indonesia Dalam Bidang Kesehatan

5PahlawanKesehatan-1

Bulan Agustus erat kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia. Di bulan inilah, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Kini, 17 Agustus dijadikan hari kemerdekaan, hari yang tidak akan pernah lepas dari perjuangan-perjuangan pahlawan bangsa.

Tidak hanya pahlawan yang gugur dalam medan juang. Indonesia juga memiliki beragam pahlawan di bidang kesehatan. Berikut ini beberapa nama-nama pahlawan di bidang kesehatan, yang jasanya sangat penting dalam kemajuan Indonesia.

Prof. Dr. Gerrit A. Siwabessy

5PahlawanKesehatan-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menjabat pada 1967-1978 ini memiliki prestasi mengagumkan. Cukup banyak gebrakan yang dilakukan beliau, mulai dari pemberantasan penyakit cacar hingga melahirkan cikal bakal BPJS. Lulus sebagai dokter, Siwabessy mendalami ilmu radiologi. Bidang keilmuwan tersebut mengantarnya berguru ke Universitas London, Inggris, dengan beasiswa dari British Council. Selama di Inggris, Siwabessy tidak hanya belajar radiologi.Ia mempelajari juga sistem kesejahteraan di bidang kesehatan yang kemudian dikembangkannya saat menjabat Menteri Kesehatan beberapa tahun kemudian. Sistem itulah yang kemudian dikenal sebagai ASKES, cikal bakal BPJS. Di bidang sanitasi, ia mewariskan program Samijaga, singkatan dari Sanitasi, Air Minum, dan Jamban Keluarga. Program ini diterapkannya di seluruh Indonesia, bersama dengan pembangunan sarana kesehatan seperti Puskesmas dan seluruh tenaganya.

Abdurahman Saleh

5PahlawanKesehatan-3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




 

Beliau lebih dikenal dengan nama julukan 'Karbol', lahir di Jakarta, 1 Juli 1909. Bergelar Prof. dr. SpF, Marsekal Muda Anumerta, Abdulrahman Saleh adalah tokoh Radio Republik Indonesia, dan juga bapak fisiologi kedokteran Indonesia.

Putra Mohammad Saleh ini dikenal giat dalam bidang pendidikan. Awalnya ia bersekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School) MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau SMP rakyat berbahasa Belanda, kemudian berlanjut ke AMS (Algemene Middelbare School) - setara SMU, dan meneruskan ke STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Sebelum lulus dari sini, STOVIA malah dibubarkan.

Akhirnya Abdulrahman Saleh pindah ke sekolah tinggi bidang kesehatan atau kedokteran yang disebut GHS (Geneeskundige Hoge School). Di sana, ia sempat tergabung dalam beberapa organisasi pemuda seperti Jong Java, Kepanduan Bangsa Indonesia, dan Indonesia Muda.

Ia juga terhitung dokter yang berhasil mengembangkan ilmu faal di Indonesia hingga akhirnya digelari Bapak FaaI Indonesia.

Prof. Dr. Sardjito, perintis PMI

5PahlawanKesehatan-4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




 

Rektor pertama Universitas Gadja Mada (UGM) patut disebut sebagai Pahlawan. Sebab, semasa hidupnya Sardjito merupakan perintis lahirnya Palang Merah Indonesia. Bidang kesehatan, beliau banyak berjasa dengan membuat obat-obatan dari alam atau tanaman tradisional untuk kesehatan tentara waktu itu. Di bidang lain, beliau salah satu tokoh yang meletakkan dasar-dasar pendidikan Pancasila di Indonesia.

Sampai saat ini obat-obatan yang berhasil diciptakan Sardjito yakni obat peluruh atau penghancur batu ginjal (calcusol). Obat dari bahan tanaman tempuyung itu ditemukan karena beliau melihat akar pohon yang menempel di cadas bukit kapur itu bisa hancur.

Hasri Ainun Habibie

5PahlawanKesehatan-5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




 

Dr. Hj. Hasri Ainun Besari biasa dipanggil Hasri Ainun Habibie Lahir di SemarangJawa Tengah11 Agustus 1937 adalah Istri dari Presiden Indonesia Ketiga BJ. Habibie. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia ketiga dari tahun 1998 hingga tahun 1999.

Semasa hidup, mendiang Hasri Ainun Habibie membangun bank mata yang memiliki manfaat cukup besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia.

Dr. Moewardi

5PahlawanKesehatan-6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Moewardi adalah seorang dokter lulusan STOVIA. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan Spesialisasi Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Selain itu ia adalah ketua Barisan Pelopor tahun 1945 di Surakarta dan terlibat dalam peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945. Dalam acara tersebut, ia juga turut memberikan sambutan setelah Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu.

Di Solo, dr.Muwardi mendirikan sekolah kedokteran dan membentuk gerakan rakyat untuk melawan aksi-aksi PKI. Pada peristiwa Madiun dia adalah salah satu tokoh yang dikabarkan hilang dan diduga dibunuh oleh pemberontak selain Gubernur Soeryo.

Disamping kelima nama tersebut, mungkin masih banyak pahlawan-pahlawan lain di bidang kesehatan yang patut kita kenal dan kenang. Berkat jasa mereka, aspek kesehatan di Indonesia bisa seperti sekarang ini. Jasa yang menyadarkan kita bahwa pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, yuk kita mulai meneruskan perjuangan para pahlawan kesehatan ini dengan cara tetap menjaga kesehatan tubuh dengan cukupi vitamin dan mineral bagi tubuh. Agar Indonesia menjadi negara yang semakin baik lagi untuk generasi sekarang dan ke depannya.

Share Artikel ini :